29 Juni 2009
Penertiban iklan
Tapi saya lebih tertarik memperhatikan beredarnya iklan yang sangat-sangat meyakinkan, akan tetapi ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi... proses penyelesaiannya malah berlarut-larut sehingga tidak jarang membuat masalah semakin ruwet.
Bagaimana pengaturan dalam iklan khususnya di Media Internet? sepertinya tidak jauh beda. malah sangat tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang bertransaksi.
25 Juni 2009
Ungkapkan Keluhanmu
23 Juni 2009
Pengganti kata konsumerisme
22 Juni 2009
Konsumen yang Bijak
Konsumen harus bijak, karena konsumen pasti pihak pertama yang dirugikan ketika produk yang di belinya tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan. Berhati-hatilah, karena karena di negara hukum ini, yang salah bisa jadi benar (walaupun tidak selamanya) tetapi berurusan hukum di negara ini MEREPOTKAN. Untuk itu berhati-hatilah!! hidup konsumerisme..
16 Juni 2009
Perlindungan Terhadap Konsumen
Kemungkinan negatifnya adalah pihak produsen tidak berorientasi pada qualitas produk. Mereka hanya berorientasi pada quantity yang berarti demi keuntungan semata. Saat ini kita mempertanyakan kinerja pemerintah sebagai pelayan masyarakat, dimana mereka ketika masyarakatnya dirugikan? Bukankah Negara kita ini Negara hukum?
Memperbaiki kata Konsumerisme
Apa yang terjadi sehingga kata konsumerisme kehilangan makna otentiknya?
Kalau saya boleh memberikan penilaian - tapi saya rasa tidak ada yang melarang bahwa ketika kata Konsumerisme (Consumerism) kehilangan makna aslinya itu memberikan gambaran sifat kekurangtelitian orang yang salah menggunakan tersebut. Tidak pernah memeriksa ulang akan istilah yang sudah orang lain gunakan. Memang di Indonesia sudah menjadi kebiasaan baru untuk menyadur kata-kata dari bahasa Inggris. Terlepas dari ingin tampil beda atau agar terlihat lebih berpendidikan, seharusnya tidak sampai mengubah makna yang sebenarnya. Saya teringat dengan sepotong kalimat dalam iklan di televise yang mengatakan “ tidak semua yang ‘lo dengar itu benar”.
Bagaimana jika kita berdiskusi tentang konsumerisme dengan dunia internasional berdasarkan pengertian yang melenceng ini?
Memang saya belum pernah mendengar cerita lucu yang timbul atas kesalahpengertian ini. Tetapi yang pasti bakal menjai hal yang menarik. Saya cenderung berpikiran mungkin saja hal-hal itu telah terjadi hanya saja disimpan rapat karena malu kalau ketahuan oleh orang lain.
Bagaimana defenisi konsumerisme pada Kamus Besar Bahasa Indonesia?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) jelas dinyatakan:
“Paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya”.
Bukan ingin mencela orang-orang yang menyusun KBBI ini, tetapi hanya ingin menyatakan jika kita tidak mempunyai referensi kata untuk menggambarkan tentang sesuatu hal dan Harus menjiplak milik orang lain, seharusnya mempertahankan makna asalnya.
Apa dan bagaimana usaha kita untuk meluruskan hal ini?
Ide dari saya, kalau kita tidak memiliki perbendaharaan kata untuk menggantikan kata konsumerisme sebaiknya kita menciptakan kata baru saja. Apakah kata yang tepat untuk menggambarkan sebuah sikap untuk memperjuangkan perlindungan konsumen terhadap penggunaan atas produk tertentu?
13 Juni 2009
Definisi Konsumerisme
Defenisi otentik dari konsumerisme antara lain disebutkan;
Menurut Encyclopedia Britanica, Konsumerisme sebagai gerakan atau kebijaksanaan yang diarahkan untuk menata metode dan standar kerja produsen, penjual dan pengiklan untuk kepentingan pihak pembeli.
Menurut Executive Encyclopedia; public concern over the rights of consumers, the quality of consumer goods and the honesty of advertising.
· Apa yang terjadi sehingga kata konsumerisme kehilangan makna otentiknya?
· Bagaimana jika kita berdiskusi tentang konsumerisme dengan dunia internasional berdasarkan pengertian yang melenceng ini?
· Bagaimana defenisi konsumerisme pada Kamus Besar Bahasa Indonesia?
· Apa dan bagaimana usaha kita untuk meluruskan hal ini?
Ide dan tanggapan kita menjadi akan sangat penting untuk sedikit kesalahkaprahan ini. Silahkan tinggalkan Komentar Anda...
