16 Juni 2009

Memperbaiki kata Konsumerisme

Menjawab sisa pertanyaan tulisan blog sebelumnya

Apa yang terjadi sehingga kata konsumerisme kehilangan makna otentiknya?
Kalau saya boleh memberikan penilaian - tapi saya rasa tidak ada yang melarang bahwa ketika kata Konsumerisme (Consumerism) kehilangan makna aslinya itu memberikan gambaran sifat kekurangtelitian orang yang salah menggunakan tersebut. Tidak pernah memeriksa ulang akan istilah yang sudah orang lain gunakan. Memang di Indonesia sudah menjadi kebiasaan baru untuk menyadur kata-kata dari bahasa Inggris. Terlepas dari ingin tampil beda atau agar terlihat lebih berpendidikan, seharusnya tidak sampai mengubah makna yang sebenarnya. Saya teringat dengan sepotong kalimat dalam iklan di televise yang mengatakan “ tidak semua yang ‘lo dengar itu benar”.

Bagaimana jika kita berdiskusi tentang konsumerisme dengan dunia internasional berdasarkan pengertian yang melenceng ini?
Memang saya belum pernah mendengar cerita lucu yang timbul atas kesalahpengertian ini. Tetapi yang pasti bakal menjai hal yang menarik. Saya cenderung berpikiran mungkin saja hal-hal itu telah terjadi hanya saja disimpan rapat karena malu kalau ketahuan oleh orang lain.

Bagaimana defenisi konsumerisme pada Kamus Besar Bahasa Indonesia?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) jelas dinyatakan:
“Paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya”.
Bukan ingin mencela orang-orang yang menyusun KBBI ini, tetapi hanya ingin menyatakan jika kita tidak mempunyai referensi kata untuk menggambarkan tentang sesuatu hal dan Harus menjiplak milik orang lain, seharusnya mempertahankan makna asalnya.

Apa dan bagaimana usaha kita untuk meluruskan hal ini?
Ide dari saya, kalau kita tidak memiliki perbendaharaan kata untuk menggantikan kata konsumerisme sebaiknya kita menciptakan kata baru saja. Apakah kata yang tepat untuk menggambarkan sebuah sikap untuk memperjuangkan perlindungan konsumen terhadap penggunaan atas produk tertentu?

0 komentar:

Poskan Komentar